Kalapas Cilegon Buka Suara soal Video ‘Sel Sultan’, Bantah Ada Fasilitas Istimewa

Jakarta, 14 Mei 2026 – Kepala lembaga pemasyarakatan di Cilegon memberikan penjelasan terkait viralnya video yang menampilkan ruangan tahanan dengan fasilitas yang disebut warganet sebagai “sel sultan”. Dalam video yang ramai beredar di media sosial tersebut, terlihat adanya kasur empuk, pendingin ruangan, hingga telepon genggam yang memicu dugaan adanya perlakuan khusus terhadap penghuni tertentu di dalam lapas. Menanggapi sorotan publik, pihak lapas menegaskan bahwa informasi yang berkembang di media sosial perlu dilihat secara utuh dan tidak langsung disimpulkan sebagai bentuk fasilitas mewah yang diberikan secara resmi.

Menurut penjelasan Kalapas, beberapa barang yang terlihat dalam video disebut bukan bagian dari fasilitas khusus yang disediakan institusi, melainkan hasil temuan yang kini sedang diperiksa lebih lanjut oleh pihak internal. Ia juga menegaskan bahwa seluruh warga binaan seharusnya mengikuti aturan yang berlaku terkait penggunaan barang pribadi di dalam lapas. Pemeriksaan internal disebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran tata tertib maupun kelalaian pengawasan yang menyebabkan barang-barang tersebut bisa berada di dalam ruang tahanan.

Viralnya video “sel sultan” kembali memicu perhatian publik terhadap kondisi dan pengawasan di lembaga pemasyarakatan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat beberapa kali dihebohkan oleh temuan fasilitas tidak wajar di sejumlah lapas yang dianggap menunjukkan adanya perlakuan berbeda terhadap narapidana tertentu. Karena itu, setiap kemunculan video serupa langsung memancing respons besar dari publik yang menuntut transparansi dan penegakan aturan secara adil di lingkungan pemasyarakatan.

Pengamat hukum menilai kasus seperti ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan, termasuk pemeriksaan rutin terhadap barang-barang yang masuk ke area tahanan. Keberadaan perangkat komunikasi ilegal seperti telepon genggam di dalam lapas juga dianggap menjadi persoalan serius karena berpotensi digunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum. Selain itu, isu fasilitas khusus sering memunculkan pertanyaan publik mengenai kesetaraan perlakuan antarwarga binaan dalam menjalani masa hukuman.

Pihak lapas menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan penertiban apabila ditemukan pelanggaran aturan di dalam lingkungan tahanan. Sementara itu, masyarakat berharap kasus viral ini dapat ditindaklanjuti secara terbuka agar kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan tetap terjaga. Di tengah sorotan luas terhadap isu “sel sultan”, perhatian kini tertuju pada hasil pemeriksaan internal dan langkah pengawasan yang akan dilakukan ke depan.

Related Posts

Kode “Malaikat” di Kasus Silmy Karim Diduga Merujuk pada Setoran untuk Pejabat Eselon II ke Atas

Jakarta, 4 Juni 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap adanya penggunaan kode “Malaikat” dalam perkara dugaan korupsi dan pemerasan terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing yang tengah disidik. Menurut…

Misteri Gedung Bank Bersejarah di Kota Tua, Dari Simbol Horoskop hingga Lift Tertua

Jakarta, 11 Mei 2026 – Kawasan Kota Tua Jakarta kembali menarik perhatian publik setelah muncul cerita mengenai berbagai misteri dan keunikan di dalam salah satu gedung bank bersejarah peninggalan era…

You Missed

Bulog Perluas 10 Jalur Distribusi Beras SPHP agar Lebih Cepat Menjangkau Masyarakat

Bulog Perluas 10 Jalur Distribusi Beras SPHP agar Lebih Cepat Menjangkau Masyarakat

DPR Minta Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Erupsi Dijamin hingga Kondisi Pulih

DPR Minta Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Erupsi Dijamin hingga Kondisi Pulih

Uni Eropa Siapkan Investasi Rp4,1 Triliun untuk Greenland, Perkuat Posisi Strategis di Arktika

Uni Eropa Siapkan Investasi Rp4,1 Triliun untuk Greenland, Perkuat Posisi Strategis di Arktika

Mentan Optimistis Produksi Beras Tetap Aman, Surplus Jadi Modal Hadapi El Nino

Mentan Optimistis Produksi Beras Tetap Aman, Surplus Jadi Modal Hadapi El Nino

BMKG Pastikan Belum Ada Anomali Muka Air Laut Usai Erupsi Anak Krakatau

BMKG Pastikan Belum Ada Anomali Muka Air Laut Usai Erupsi Anak Krakatau

Polisi Buru Pelaku Penjambretan WNA India di Gondangdia, Ponsel Korban Diduga Dirampas

Polisi Buru Pelaku Penjambretan WNA India di Gondangdia, Ponsel Korban Diduga Dirampas