Jakarta, 8 Mei 2026 – Sebuah perusahaan fesyen asal Korea Selatan berencana membangun fasilitas produksi baru di kawasan industri Batang, Jawa Tengah, dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp429 miliar. Langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi manufaktur Indonesia yang terus menarik minat perusahaan asing.
Pabrik baru itu disebut akan difokuskan untuk mendukung produksi sektor tekstil dan fesyen yang menyasar pasar ekspor maupun domestik. Kehadiran investasi tersebut juga diperkirakan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di sekitar kawasan industri Batang.
Pemerintah menyambut positif rencana pembangunan pabrik tersebut karena dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi industri manufaktur di Asia Tenggara. Kawasan industri Batang sendiri memang terus dikembangkan sebagai pusat investasi baru yang menawarkan infrastruktur dan akses logistik lebih terintegrasi.
Perusahaan asal Korea Selatan itu disebut tertarik memilih Indonesia karena potensi pasar yang besar, ketersediaan tenaga kerja, serta dukungan pemerintah terhadap investasi industri padat karya. Selain itu, posisi strategis Indonesia dinilai menguntungkan untuk distribusi produk ke berbagai negara.
Pengembangan sektor tekstil dan fesyen menjadi salah satu fokus penting dalam upaya memperkuat industri manufaktur nasional. Pemerintah berharap masuknya investasi baru dapat membantu meningkatkan ekspor, transfer teknologi, dan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Kawasan Industri Terpadu Batang dalam beberapa tahun terakhir memang aktif menarik investor dari berbagai negara. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan fokus pada industri manufaktur, elektronik, otomotif, hingga tekstil.
Pengamat ekonomi menilai minat investor asing terhadap Indonesia menunjukkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional yang masih kuat. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga kepastian regulasi dan kesiapan infrastruktur agar investasi dapat berjalan lancar dalam jangka panjang.
Selain menciptakan lapangan kerja, investasi sektor manufaktur juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi daerah dan mendukung pertumbuhan industri pendukung di sekitar kawasan produksi.
Pemerintah pusat dan daerah disebut akan terus berkoordinasi untuk mempercepat proses perizinan serta memastikan pembangunan fasilitas industri berjalan sesuai rencana. Dukungan terhadap investasi dianggap penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah, pembangunan pabrik fesyen asal Korea Selatan di Batang diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu memperkuat daya saing industri tekstil Indonesia di pasar internasional.







