Jakarta, 8 Mei 2026 – Bank sentral Bank Indonesia memastikan kondisi nilai tukar rupiah masih berada dalam situasi stabil meski pasar keuangan global menghadapi berbagai tekanan. Gubernur Bank Indonesia menegaskan pelemahan rupiah yang terjadi masih dalam batas yang terkendali dan relatif lebih baik dibanding sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta perubahan kebijakan suku bunga di negara-negara besar. Faktor eksternal tersebut memang memberikan tekanan terhadap pergerakan mata uang di berbagai kawasan, termasuk Asia.
Bank Indonesia menyebut stabilitas rupiah tetap terjaga berkat koordinasi kebijakan moneter dan kondisi fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih cukup kuat. Cadangan devisa yang memadai serta arus investasi yang relatif stabil juga disebut membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.
Meski sempat mengalami tekanan, pergerakan rupiah disebut masih berada dalam kisaran yang wajar dan tidak menunjukkan gejolak berlebihan. Bank Indonesia menegaskan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar jika diperlukan.
Pengamat ekonomi menilai kondisi rupiah saat ini memang masih relatif stabil dibanding beberapa periode krisis sebelumnya. Namun mereka juga mengingatkan bahwa risiko global tetap perlu diwaspadai, terutama terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik internasional.
Di sisi lain, pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk mengendalikan inflasi dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Stabilitas rupiah menjadi faktor penting bagi perekonomian Indonesia karena berpengaruh terhadap biaya impor, harga barang, hingga iklim investasi. Nilai tukar yang terlalu bergejolak dapat memberikan dampak pada sektor industri dan daya beli masyarakat.
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa sistem keuangan nasional saat ini masih berada dalam kondisi solid. Pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap berjalan menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga ketahanan ekonomi menghadapi tekanan global.
Pelaku pasar kini terus memantau langkah bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan pengendalian inflasi. Kebijakan suku bunga serta intervensi pasar diperkirakan tetap menjadi instrumen utama yang digunakan untuk menjaga kestabilan rupiah.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, Bank Indonesia memastikan akan terus memperkuat langkah antisipatif agar nilai tukar rupiah tetap stabil dan mampu mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.







