Jakarta, 8 September 2026 – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan paket investasi baru senilai 200 juta euro untuk Greenland dalam kunjungannya ke Nuuk pada Senin, 7 September 2026. Dana yang setara sekitar Rp4,1 triliun tersebut akan disalurkan melalui Global Gateway Partnership Package untuk membiayai berbagai proyek sepanjang 2026 dan 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Uni Eropa memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan Greenland sekaligus meningkatkan keterlibatannya di kawasan Arktika yang semakin strategis. Investasi akan diarahkan ke sejumlah sektor, mulai dari konektivitas digital, energi berkelanjutan dan bahan baku kritis hingga pendidikan, perikanan, perumahan serta pariwisata. Von der Leyen menegaskan Greenland merupakan sekutu strategis dan mitra tepercaya bagi Uni Eropa.
Dalam kunjungan tersebut, von der Leyen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen juga menandatangani deklarasi bersama yang memperbarui kerangka hubungan antara ketiga pihak. Deklarasi itu memperluas kerja sama yang sebelumnya banyak berfokus pada pendidikan dan perikanan menuju bidang-bidang baru yang dinilai semakin penting bagi masa depan Greenland. Konektivitas satelit dan kabel, pembangkit listrik tenaga air serta pengembangan bahan baku kritis menjadi beberapa bidang utama yang akan mendapatkan dukungan. Uni Eropa juga ingin memastikan investasi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat melalui peningkatan kualitas perumahan, dukungan terhadap usaha kecil dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kerangka baru tersebut sekaligus memperkuat dialog politik dan agenda investasi bersama antara Uni Eropa, Greenland dan Denmark.
Konektivitas digital menjadi salah satu prioritas karena kondisi geografis Greenland membuat banyak permukiman berada di lokasi terpencil dengan akses telekomunikasi yang terbatas. Uni Eropa mendukung peningkatan kapasitas satelit bersama operator lokal Tusass untuk menghadirkan koneksi internet yang lebih cepat, stabil dan tangguh. Masyarakat di sejumlah wilayah utara Greenland dijadwalkan mulai merasakan peningkatan layanan pada 8 September, sedangkan komunitas terpencil di bagian timur ditargetkan memperoleh manfaat serupa pada Oktober. Program tersebut akan berjalan bersama pengembangan konektivitas yang sebelumnya telah dilakukan di kawasan pantai barat. Infrastruktur digital yang lebih baik diharapkan mendukung pendidikan, kegiatan bisnis, pelayanan publik dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat di pulau terbesar dunia tersebut.
Energi bersih juga menjadi komponen penting dari paket investasi 200 juta euro tersebut. Uni Eropa akan mendukung program yang dijalankan perusahaan utilitas nasional Greenland, Nukissiorfiit, untuk memodernisasi pasokan energi di permukiman terpencil melalui penggunaan sistem energi terbarukan hibrida. Selain mengurangi emisi, proyek tersebut diarahkan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan infrastruktur cukup besar. Uni Eropa dan Greenland juga menjajaki kemungkinan dukungan terhadap perluasan pembangkit listrik tenaga air Buksefjord yang menjadi fasilitas penting bagi kebutuhan energi Nuuk. Peningkatan kapasitas energi dipandang sebagai fondasi bagi pengembangan kegiatan ekonomi baru, termasuk industri, konektivitas digital dan proyek pengolahan sumber daya alam.
Perhatian besar juga diberikan terhadap cadangan bahan baku kritis Greenland yang memiliki arti strategis bagi industri Eropa. Uni Eropa ingin memperkuat hubungan antara proyek pertambangan di Greenland dan investor serta industri Eropa yang membutuhkan mineral untuk teknologi energi bersih dan sektor berteknologi tinggi. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Malmbjerg yang memiliki cadangan molibdenum, sementara dukungan persiapan juga diberikan terhadap proyek grafit Amitsoq yang dikembangkan GreenRoc. Bahan baku seperti grafit dan molibdenum memiliki peran penting dalam berbagai rantai industri modern sehingga akses terhadap pasokan yang lebih beragam menjadi kepentingan strategis bagi Eropa. Kerja sama tersebut tetap diarahkan agar kegiatan pertambangan dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Greenland.
Pengumuman investasi berlangsung ketika perhatian geopolitik terhadap Greenland dan kawasan Arktika meningkat tajam. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyampaikan keinginannya agar Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat, sebuah gagasan yang mendapat penolakan dari Greenland dan Denmark serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Eropa. Von der Leyen dalam kunjungannya kembali menegaskan dukungan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Greenland dengan menyatakan masa depan wilayah tersebut merupakan keputusan rakyat Greenland dan Denmark. Bagi Uni Eropa, penguatan hubungan ekonomi karena itu tidak dapat dipisahkan dari pesan politik mengenai dukungan terhadap mitra di kawasan Arktika. Greenland sendiri merupakan wilayah berpemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark, tetapi tidak menjadi bagian dari Uni Eropa setelah keluar dari pendahulu blok tersebut pada 1985.
Kepentingan Greenland semakin besar seiring perubahan iklim membuka kemungkinan perubahan jalur pelayaran dan akses terhadap sumber daya di kawasan Arktika. Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Rusia dan China sama-sama memberikan perhatian lebih besar terhadap wilayah tersebut karena kepentingan keamanan, perdagangan, energi dan mineral. Situasi ini membuat Uni Eropa berusaha meningkatkan kehadirannya tidak hanya melalui hubungan diplomatik, tetapi juga investasi jangka panjang yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi Greenland. Von der Leyen menyebut paket baru tersebut akan menciptakan peluang sekaligus membangun kehadiran Uni Eropa yang lebih kuat dan terlibat di Greenland serta Arktika. Komisi Eropa juga berencana memperkenalkan strategi baru Uni Eropa untuk kawasan Arktika pada musim gugur tahun ini.
Selain paket 200 juta euro untuk 2026 dan 2027, Komisi Eropa mengusulkan peningkatan signifikan dukungan anggaran kepada Greenland untuk periode berikutnya. Dalam rancangan anggaran jangka panjang Uni Eropa 2028–2034, dukungan langsung kepada Greenland diusulkan mencapai sekitar 530 juta euro, lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi sekitar 225 juta euro pada periode 2021–2027. Proposal tersebut masih harus melalui proses pembahasan anggaran Uni Eropa sebelum dapat direalisasikan. Peningkatan pendanaan menunjukkan Brussels ingin membangun hubungan jangka panjang dengan Greenland yang melampaui proyek investasi sesaat. Pendidikan, pengembangan keterampilan, pertumbuhan hijau, infrastruktur dan ketahanan ekonomi diperkirakan tetap menjadi bidang penting dalam hubungan kedua pihak.
Paket investasi 200 juta euro pada akhirnya memperlihatkan bagaimana Greenland semakin menempati posisi penting dalam strategi ekonomi dan geopolitik Uni Eropa. Brussels ingin memastikan pembangunan infrastruktur, energi dan industri mineral berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perlindungan kepentingan Greenland sendiri. Investasi pada konektivitas, energi terbarukan, bahan baku kritis, perumahan, pendidikan, perikanan dan usaha kecil diharapkan memperluas basis ekonomi wilayah tersebut sekaligus mempererat hubungan dengan Eropa. Pada saat persaingan pengaruh di Arktika semakin kuat, kehadiran ekonomi menjadi salah satu instrumen penting bagi Uni Eropa untuk menunjukkan komitmen jangka panjangnya. Kunjungan von der Leyen ke Nuuk dengan demikian tidak hanya membawa paket pendanaan baru, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa Greenland dipandang sebagai mitra strategis dalam masa depan ekonomi, keamanan dan politik kawasan Arktika.





