Jakarta, 7 Mei 2026 – Momen mengharukan terjadi dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Nabire ketika seorang siswa disabilitas bernama Deki dipercaya memimpin jalannya upacara. Dengan penuh semangat dan keteguhan, ia mampu berdiri selama sekitar 40 menit demi menjalankan tugasnya hingga selesai.
Aksi Deki langsung menarik perhatian peserta upacara dan masyarakat yang hadir. Banyak pihak menilai keberanian dan ketekunannya menjadi simbol semangat pendidikan inklusif yang memberikan ruang setara bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang keterbatasan fisik.
Selama upacara berlangsung, Deki terlihat menjalankan tugas dengan tenang dan percaya diri. Meski harus menghadapi tantangan kondisi fisik, ia tetap fokus memimpin jalannya prosesi dari awal hingga akhir. Para guru dan peserta upacara pun memberikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkannya.
Pihak sekolah menyebut Deki memang dikenal sebagai siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Kesempatan menjadi pemimpin upacara pada Hari Pendidikan Nasional disebut sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan keteladanannya.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pendidikan inklusif di Indonesia. Banyak pihak berharap sekolah-sekolah terus memberikan dukungan bagi siswa disabilitas agar mereka dapat berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Hari Pendidikan Nasional tahun ini di berbagai daerah memang diisi dengan beragam kegiatan yang menonjolkan nilai kesetaraan, semangat belajar, dan penghargaan terhadap perjuangan dunia pendidikan. Kisah Deki menjadi salah satu momen yang paling menyentuh perhatian publik.
Sejumlah tokoh pendidikan menilai pengalaman seperti ini mampu membangun rasa percaya diri bagi anak-anak disabilitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi.
Di media sosial, banyak warganet memberikan dukungan dan pujian terhadap Deki. Mereka menyebut keteguhan siswa tersebut sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk tetap semangat menghadapi tantangan hidup dan pendidikan.
Pemerintah daerah serta pihak sekolah berharap kisah Deki dapat memotivasi sekolah lain untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan mendukung seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.





