Jakarta, 2 September 2026 – Sejumlah warga Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali menyampaikan keluhan terkait bau menyengat yang diduga berasal dari limbah pabrik pengolahan kulit Alkuba. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Rembang Harno saat warga mendatangi rumah dinas bupati pada Selasa (1/9/2026). Warga membawa surat permohonan agar aktivitas pabrik di Dusun Kowang, Desa Sale, dihentikan secara permanen. Mereka menilai bau yang muncul telah mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pabrik. Persoalan tersebut kembali mencuat setelah warga mengaku masih merasakan bau yang mengganggu meski sebelumnya telah dilakukan sejumlah upaya penanganan. Pemerintah Kabupaten Rembang kemudian berjanji melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga secara bergantian menyampaikan keresahan mereka kepada Bupati Harno. Mereka meminta pemerintah tidak hanya menerima pengaduan, tetapi juga memastikan sumber persoalan segera ditangani. Bau yang dikeluhkan disebut cukup menyengat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi. Warga juga mempertanyakan pengelolaan limbah serta aktivitas pabrik yang dinilai perlu diperiksa secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah dapat memastikan apakah kegiatan operasional dan pengelolaan limbah telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Aspirasi tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lintas instansi.
Bupati Rembang Harno merespons keluhan tersebut dengan meminta sejumlah organisasi perangkat daerah melakukan pengecekan ke lokasi pabrik. Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dijadwalkan mendatangi lokasi pada Rabu (2/9/2026). Pemeriksaan tersebut akan mencakup kondisi operasional pabrik, pengelolaan limbah, serta dokumen perizinan yang dimiliki perusahaan. Pemerintah daerah ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah berikutnya. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan terhadap persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup menjadi penting karena keluhan warga berkaitan langsung dengan dugaan persoalan pengelolaan limbah. Pemeriksaan diharapkan dapat memastikan sumber bau serta mengetahui apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan. Pemerintah juga perlu melihat sistem pengolahan limbah yang digunakan oleh pabrik, termasuk saluran pembuangan dan fasilitas pengendali pencemaran. Apabila ditemukan persoalan dalam pengelolaan limbah, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Proses pemeriksaan juga diharapkan dapat memberikan kepastian kepada warga mengenai tindak lanjut atas laporan yang telah mereka sampaikan.
Persoalan pabrik pengolahan kulit Alkuba sebenarnya bukan pertama kali menjadi perhatian masyarakat Sale. Keluhan mengenai bau dari aktivitas pengolahan kulit telah muncul sejak bertahun-tahun lalu. Warga sebelumnya juga pernah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah dan lembaga legislatif agar persoalan tersebut mendapatkan penyelesaian. Kondisi tersebut membuat sebagian warga kembali mendatangi pemerintah karena mereka menilai gangguan bau masih belum sepenuhnya terselesaikan. Warga kini berharap pemeriksaan yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan langkah konkret, bukan hanya menjadi agenda pengecekan sementara. Mereka juga menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan persoalan tersebut.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri, persoalan bau limbah dapat berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Bau yang muncul dapat membuat warga merasa tidak nyaman ketika berada di rumah maupun melakukan kegiatan di luar ruangan. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas lingkungan apabila sumber bau berkaitan dengan pengelolaan limbah yang tidak optimal. Karena itu, warga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan secara terbuka dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat. Kepastian mengenai sumber bau diperlukan agar tidak terjadi spekulasi berkepanjangan di tengah warga. Penanganan yang jelas juga diharapkan dapat mencegah konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan.
Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan proses pemeriksaan dilakukan berdasarkan temuan lapangan dan hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah tidak hanya perlu memeriksa keberadaan izin, tetapi juga mengevaluasi kesesuaian kegiatan operasional dengan kewajiban pengelolaan lingkungan. Apabila terdapat ketidaksesuaian, langkah pembinaan maupun penegakan aturan dapat dilakukan sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan. Sebaliknya, apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, pemerintah tetap perlu mencari solusi untuk menjawab persoalan bau yang dirasakan masyarakat. Pendekatan tersebut diperlukan agar kepentingan perlindungan lingkungan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi dapat berjalan secara seimbang.
Warga sendiri menyatakan akan terus mengawal proses pemeriksaan yang dilakukan pemerintah daerah. Mereka berharap hasil pengecekan dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil keputusan yang tegas mengenai keberadaan pabrik tersebut. Permintaan penutupan permanen menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga karena mereka menilai persoalan bau telah berlangsung lama. Namun, keputusan mengenai operasional perusahaan akan bergantung pada hasil pemeriksaan, status perizinan, serta kondisi pengelolaan lingkungan yang ditemukan di lapangan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap keputusan dibuat berdasarkan aturan dan bukti yang diperoleh. Dengan pemeriksaan lintas instansi tersebut, diharapkan persoalan bau limbah pabrik kulit di Sale dapat segera menemukan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi masyarakat.






