Meulaboh, 2 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan pembangunan kembali Pondok Pesantren Babul Jannah Thalibul Ilmi di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. Pesantren tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu menjelang akhir 2025. Pembangunan dilakukan untuk mengembalikan fasilitas pendidikan sehingga aktivitas para santri dapat kembali berlangsung secara optimal. Hingga awal Oktober, proses pembiayaan fisik melalui dana transfer ke daerah telah memasuki tahap pencairan uang muka sebesar 49 persen.
Pembangunan kembali mencakup sejumlah fasilitas utama yang sebelumnya rusak dan terbawa arus banjir. Dua unit balai pengajian dibangun dengan anggaran sekitar Rp672 juta, sedangkan dua asrama untuk santri putra dan putri masing-masing memperoleh alokasi sekitar Rp180 juta. Pemerintah daerah juga membangun dua fasilitas mandi, cuci, dan kakus untuk putra serta putri dengan anggaran masing-masing sekitar Rp144 juta. Secara keseluruhan, pembangunan fasilitas pesantren tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar.
Banjir bandang sebelumnya menyebabkan bangunan pesantren mengalami kerusakan sangat parah. Sejumlah fasilitas bahkan hilang terbawa arus hingga lokasi terdampak hanya menyisakan permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat pemerintah memilih membangun kembali fasilitas dengan konstruksi permanen berbasis beton. Struktur yang lebih kuat diharapkan membuat fasilitas pendidikan dapat digunakan secara aman dan dalam jangka panjang. Pembangunan sekaligus menjadi bagian dari pemulihan layanan pendidikan keagamaan setelah bencana.
Seluruh spesifikasi pembangunan telah melalui tahapan survei dan perencanaan oleh tim konsultan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mendorong percepatan pekerjaan agar seluruh fasilitas dapat digunakan kembali oleh para santri. Target penyelesaian bahkan diupayakan lebih cepat dibandingkan jadwal yang tercantum dalam kontrak pekerjaan. Jika pengerjaan berjalan sesuai perencanaan, progres pembangunan diharapkan mencapai 100 persen pada akhir Oktober.
Pemulihan pesantren menjadi bagian dari penanganan lebih luas terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana di Aceh. Program rehabilitasi dan rekonstruksi di provinsi tersebut mencakup ratusan fasilitas pendidikan keagamaan, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan kembali berbagai fasilitas publik agar pelayanan kepada masyarakat dapat pulih secara bertahap. Langkah tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga mengembalikan fungsi pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat.
Dukungan terhadap pemulihan pendidikan keagamaan juga dilakukan melalui bantuan operasional serta sarana dan prasarana. Pada akhir September 2026, bantuan sebesar Rp65,2 miliar telah disalurkan untuk mendukung pemulihan 956 pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam terdampak banjir di Aceh. Bantuan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus memperbaiki fasilitas yang rusak. Pemulihan yang dilakukan secara bertahap diharapkan membuat para santri dapat kembali belajar dalam lingkungan yang layak.
Penyelesaian pembangunan Pondok Pesantren Babul Jannah Thalibul Ilmi pada akhir Oktober akan menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana di Aceh Barat. Kehadiran kembali balai pengajian, asrama dan fasilitas sanitasi diharapkan dapat mengembalikan kegiatan pesantren seperti sebelum bencana. Pemerintah daerah kini berfokus menjaga progres pekerjaan agar seluruh pembangunan berjalan sesuai target. Infrastruktur yang lebih permanen juga diharapkan memberikan keamanan dan kenyamanan lebih baik bagi para santri. Dengan rampungnya fasilitas tersebut, aktivitas pendidikan keagamaan di pesantren dapat kembali berlangsung secara penuh.





