Pakar: Konsep Halal Berkembang Jadi Ekosistem Industri Bernilai Tambah

Tangerang, 27 September 2026 – Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University Mala Nurilmala menilai konsep halal kini tidak lagi terbatas pada sertifikasi produk, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri yang memiliki nilai tambah ekonomi. Perkembangannya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, investasi hingga penciptaan lapangan kerja. Pandangan tersebut disampaikan dalam rangkaian Industrial Festival x Halal Indo 2026 di Tangerang, Banten, Minggu (27/9). Ekosistem halal dinilai semakin luas seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk yang terjamin proses dan kualitasnya.

Pengembangan industri halal saat ini juga mencakup berbagai sektor di luar makanan dan minuman. Kosmetik, farmasi, fesyen, hingga produk dan jasa pendukung menjadi bagian dari rantai industri yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Kondisi tersebut membuat halal tidak hanya dipandang dari sisi pemenuhan ketentuan keagamaan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas produksi dan kemampuan produk bersaing. Penguatan standar dapat memberikan kepercayaan tambahan bagi konsumen di pasar domestik maupun internasional.

Besarnya potensi industri halal Indonesia terlihat dari kinerja perdagangan. Nilai ekspor produk industri halal Indonesia mencapai 70,73 miliar dolar AS sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 65,2 miliar dolar AS pada 2024. Pada semester pertama 2026, ekspor produk industri halal mencapai 35,72 miliar dolar AS atau tumbuh 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut menunjukkan peluang Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai produsen dalam rantai pasok halal dunia.

Penguatan industri halal membutuhkan ekosistem yang menghubungkan berbagai unsur dari hulu hingga hilir. Pemerintah, kawasan industri, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, penyedia teknologi hingga jaringan pemasaran memiliki peran dalam membangun rantai pasok yang terintegrasi. Kementerian Perindustrian juga memperluas kerja sama dengan sektor keuangan dan mitra internasional untuk memberikan dukungan terhadap pelaku industri. Kolaborasi tersebut mencakup pembiayaan syariah, peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi sertifikasi serta perluasan akses pasar.

Sertifikasi halal dalam kerangka tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat tata kelola produksi. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menekankan bahwa penerapan halal perlu mencakup seluruh rantai pasok, bukan hanya berakhir pada pemenuhan administrasi. Integritas proses dari bahan baku, pengolahan hingga distribusi menjadi bagian yang harus dijaga. Pendekatan tersebut dapat memperkuat kualitas sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Peluang pengembangan semakin terbuka menjelang pemberlakuan tahapan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. BPJPH mendorong momentum tersebut digunakan untuk memperkuat halal value chain nasional dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, termasuk UMKM. Nilai halal value chain Indonesia disebut meningkat dari Rp4.900 triliun pada 2023 menjadi Rp5.500 triliun pada 2024 dan mencapai Rp6.400 triliun pada 2025. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto juga disebut meningkat menjadi sekitar 27 persen pada 2025.

Pengembangan konsep halal sebagai ekosistem industri pada akhirnya membuka peluang agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar besar, tetapi juga semakin kuat sebagai produsen. Besarnya permintaan domestik perlu diimbangi dengan kapasitas produksi, inovasi, pembiayaan, penguatan merek serta akses terhadap pasar internasional. Sertifikasi dapat menjadi fondasi kepercayaan, sedangkan kualitas dan inovasi menentukan kemampuan produk mempertahankan daya saing. Dengan ekosistem yang terintegrasi, industri halal berpotensi menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi pelaku usaha, tenaga kerja dan perekonomian nasional.

Related Posts

Dubes Junimart Dorong Gekrafs Italia Perluas Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia

Jakarta, 30 September 2026 – Duta Besar Republik Indonesia Junimart Girsang menyatakan dukungan terhadap Dewan Pimpinan Luar Negeri Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPLN Gekrafs) Italia dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif…

Suami Teridentifikasi Tim DVI, Istri Korban KM Virgo Mengaku Lega dan Ikhlas

Banjarmasin, 29 September 2026 – Yuliani Intan Sari, istri salah satu korban meninggal KM Virgo Transport 8, mengaku lega setelah suaminya, Sugianto (41), berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification…

You Missed

Dubes Junimart Dorong Gekrafs Italia Perluas Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia

Dubes Junimart Dorong Gekrafs Italia Perluas Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia

Suami Teridentifikasi Tim DVI, Istri Korban KM Virgo Mengaku Lega dan Ikhlas

Suami Teridentifikasi Tim DVI, Istri Korban KM Virgo Mengaku Lega dan Ikhlas

ATSI Soroti Tantangan Besar Penerapan Mobile Number Portability di Indonesia

ATSI Soroti Tantangan Besar Penerapan Mobile Number Portability di Indonesia

Pakar: Konsep Halal Berkembang Jadi Ekosistem Industri Bernilai Tambah

Pakar: Konsep Halal Berkembang Jadi Ekosistem Industri Bernilai Tambah

Festival Kue Bulan di Tangerang Jadi Momentum Pelestarian Tradisi dan Kebersamaan

Festival Kue Bulan di Tangerang Jadi Momentum Pelestarian Tradisi dan Kebersamaan

Tunggal Jaya Investama Tambah Kepemilikan 13,41 Juta Saham IMPC

Tunggal Jaya Investama Tambah Kepemilikan 13,41 Juta Saham IMPC