Jakarta, 22 September 2026 – Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mulai memprioritaskan masa depan Lionel Scaloni setelah berakhirnya perjalanan Lionel Messi bersama tim nasional. Federasi Argentina tidak ingin kehilangan dua figur penting dalam waktu yang berdekatan sehingga mempertahankan Scaloni menjadi salah satu agenda utama. Pelatih yang membawa Argentina memasuki periode penuh prestasi tersebut dipandang sebagai sosok yang tepat untuk mengawal transisi menuju generasi berikutnya. Kepergian Messi membuat La Albiceleste harus melakukan penyesuaian besar, terutama dalam membangun struktur permainan tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat tim. Keberadaan Scaloni dinilai dapat memberikan stabilitas selama proses perubahan tersebut berlangsung.
Kontrak Scaloni bersama tim nasional Argentina berlaku hingga akhir 2026. Setelah menyelesaikan agenda besar bersama La Albiceleste, pembicaraan mengenai kelanjutan masa kerjanya diperkirakan dilakukan bersama Presiden AFA Claudio Tapia. Scaloni sebelumnya belum memberikan keputusan akhir mengenai apakah dirinya akan melanjutkan proyek untuk satu siklus berikutnya. Ia masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan masa depannya sebelum kontrak berakhir. AFA di sisi lain memiliki kepentingan mempertahankan pelatih yang sudah memahami karakter tim dan memiliki hubungan kuat dengan para pemain.
Scaloni mulai menangani Argentina pada 2018 dalam situasi yang tidak mudah setelah kegagalan tim di Piala Dunia Rusia. Awalnya, penunjukannya tidak langsung diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang karena pengalaman kepelatihannya masih terbatas. Namun, secara perlahan ia berhasil membangun tim yang lebih solid dengan memadukan pemain berpengalaman dan generasi baru. Pendekatan tersebut kemudian membawa perubahan besar terhadap performa Argentina di berbagai kompetisi. Hubungan yang kuat antara staf pelatih dan pemain juga menjadi salah satu fondasi keberhasilan La Albiceleste.
Periode Scaloni menghasilkan sejumlah pencapaian penting bagi sepak bola Argentina. Ia membawa tim menjuarai Copa America 2021 setelah mengalahkan Brasil di final yang berlangsung di Stadion Maracana. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Argentina untuk kembali menjadi juara turnamen utama. Setahun kemudian, Argentina memenangkan Finalissima 2022 sebelum mencapai puncak keberhasilan dengan menjuarai Piala Dunia Qatar 2022. Scaloni kemudian mempertahankan keberhasilan tersebut dengan membawa La Albiceleste kembali meraih gelar Copa America 2024.
Kesuksesan tersebut membuat Scaloni mendapatkan kepercayaan besar dari pemain maupun federasi. Ia mampu membangun tim yang tidak sepenuhnya bergantung kepada kemampuan individu Messi meskipun sang kapten tetap memiliki peran sangat penting. Argentina tampil dengan organisasi permainan yang kuat, agresivitas ketika kehilangan bola, serta kemampuan melakukan perubahan strategi sesuai karakter lawan. Scaloni juga memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang tanpa menghilangkan peran pemain senior. Pola tersebut menjadi modal penting ketika Argentina harus memasuki periode baru tanpa Messi.
Kepergian Messi menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan pergantian pemain biasa. Selama hampir dua dekade, pemain tersebut menjadi pusat perhatian sekaligus salah satu sumber kreativitas utama Argentina. Tim kini membutuhkan pembagian tanggung jawab yang lebih merata kepada pemain lain di dalam skuad. Nama-nama seperti Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Cristian Romero, dan sejumlah pemain generasi berikutnya memiliki peluang mengambil peran semakin besar. Scaloni sudah mengenal sebagian besar pemain tersebut sehingga proses transisi berpotensi berlangsung lebih terarah apabila dirinya tetap bertahan.
Regenerasi sebenarnya telah dilakukan Argentina secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Scaloni secara rutin memasukkan pemain muda ke dalam skuad untuk memberikan pengalaman sebelum mereka mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Pendekatan itu membuat Argentina memiliki kombinasi pemain senior dan generasi baru yang relatif seimbang. Tantangan berikutnya adalah memastikan pemain muda mampu mempertahankan standar kompetitif yang telah terbentuk selama era Messi. Kompetisi internal juga akan menjadi penting karena sejumlah posisi mulai terbuka bagi pemain yang mampu menunjukkan performa konsisten bersama klub.
AFA menyadari mengganti pelatih bersamaan dengan hilangnya figur utama seperti Messi dapat membuat proses transisi menjadi semakin besar. Pelatih baru membutuhkan waktu untuk mengenal pemain, membangun sistem, dan menciptakan hubungan dengan ruang ganti. Sebaliknya, Scaloni telah memiliki fondasi yang terbentuk selama bertahun-tahun sehingga perubahan dapat dilakukan secara bertahap. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan keberlanjutan kepemimpinannya dianggap penting bagi Argentina. Federasi ingin mempertahankan stabilitas agar prestasi yang telah dibangun tidak langsung terputus ketika tim memasuki generasi baru.
Meski demikian, Scaloni tetap memiliki keputusan akhir mengenai masa depannya. Menangani tim nasional dalam satu siklus panjang membutuhkan komitmen besar, terlebih Argentina akan memasuki periode dengan ekspektasi tinggi setelah rangkaian keberhasilan beberapa tahun terakhir. Tantangan berikutnya tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga membentuk identitas baru tanpa Messi. Tekanan terhadap pelatih diperkirakan tetap tinggi karena publik Argentina terbiasa melihat tim bersaing memperebutkan gelar. Scaloni harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan apakah siap menjalani proyek berikutnya.
Perubahan juga berpotensi terjadi pada struktur staf kepelatihan Argentina. Setiap pergantian anggota staf dapat memengaruhi pembagian tugas dan metode kerja yang selama ini menjadi bagian dari kesuksesan tim. AFA karena itu perlu menyiapkan rencana yang tidak hanya berfokus pada posisi pelatih kepala, tetapi juga kesinambungan tim pendukung. Kualitas staf analisis, kebugaran, dan kepelatihan memiliki peran penting dalam menjaga performa pemain pada level internasional. Stabilitas struktur tersebut akan membantu Argentina menjalani proses regenerasi dengan gangguan seminimal mungkin.
Agenda internasional berikutnya akan menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana Argentina membangun tim setelah era Messi. Pemain yang sebelumnya lebih banyak menjalankan peran pendukung akan mendapatkan tanggung jawab semakin besar. Scaloni, apabila bertahan, memiliki tugas menentukan pemain yang menjadi pusat permainan sekaligus membangun kepemimpinan baru di dalam skuad. Argentina juga harus mempersiapkan generasi yang mampu bersaing menuju Copa America berikutnya dan Piala Dunia 2030. Proses tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang karena perubahan besar tidak dapat diselesaikan hanya dalam beberapa pertandingan.
AFA kini berupaya memastikan satu perubahan besar tidak diikuti perubahan lain yang dapat mengganggu kesinambungan tim. Setelah kehilangan Messi, mempertahankan Scaloni menjadi bagian penting dari upaya menjaga fondasi yang telah membawa Argentina meraih berbagai gelar. Kepastian mengenai masa depan sang pelatih diharapkan dapat diperoleh sebelum kontraknya berakhir sehingga program tim nasional berikutnya dapat disusun lebih awal. Argentina memiliki stok pemain berkualitas untuk memulai generasi baru, tetapi keberhasilan transisi tetap membutuhkan arah kepemimpinan yang jelas. Masa depan Scaloni dengan demikian menjadi salah satu keputusan penting dalam menentukan perjalanan La Albiceleste setelah berakhirnya era Lionel Messi.






