Jakarta, 27 Mei 2026 – Nama Iyung menjadi perhatian menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha karena pengalamannya sebagai jagal hewan kurban yang telah dijalani selama 47 tahun. Pria tersebut dikenal sebagai salah satu jagal senior yang sudah terbiasa menangani proses penyembelihan sapi maupun kambing di berbagai lokasi kurban setiap tahunnya. Pengalaman panjang membuat Iyung memahami berbagai teknik penyembelihan yang cepat, aman, dan sesuai syariat Islam. Ia juga dikenal teliti dalam mempersiapkan alat-alat penyembelihan agar proses kurban berjalan lancar dan tidak menyakiti hewan secara berlebihan. Keahlian yang dimiliki membuat dirinya sering dipercaya panitia kurban untuk menangani hewan berukuran besar.
Iyung mengaku mulai belajar menjadi jagal sejak usia muda dan perlahan memahami berbagai teknik penyembelihan dari para senior di lingkungannya. Selama puluhan tahun bekerja, ia telah menangani ribuan hewan kurban di berbagai daerah dengan kondisi dan ukuran yang berbeda-beda. Menurutnya, menjadi jagal bukan hanya soal tenaga, tetapi juga membutuhkan ketenangan, keterampilan, dan pemahaman terhadap tata cara penyembelihan sesuai ajaran agama. Salah satu hal yang paling diperhatikannya adalah ketajaman pisau agar proses penyembelihan dapat berlangsung cepat dan mengurangi rasa sakit pada hewan. Karena itu, ia biasanya menghabiskan waktu cukup lama untuk mengasah peralatan sebelum hari penyembelihan dimulai.
Pengamat peternakan dan kesehatan hewan menilai profesi jagal memiliki peran penting dalam pelaksanaan kurban, terutama dalam menjaga kualitas penyembelihan dan kesejahteraan hewan. Penyembelihan yang dilakukan secara benar tidak hanya memenuhi syariat, tetapi juga berkaitan dengan standar kesehatan dan keamanan pangan. Jagal berpengalaman biasanya memahami cara menangani hewan agar tidak stres sebelum disembelih dan mengetahui teknik pemotongan yang tepat. Karena itu, pelatihan dan regenerasi tenaga jagal dinilai penting agar kualitas pelaksanaan kurban tetap terjaga setiap tahunnya. Pengalaman panjang seperti yang dimiliki Iyung dianggap menjadi aset penting dalam tradisi kurban di masyarakat.
Momentum Iduladha memang selalu menjadi masa paling sibuk bagi para jagal di berbagai daerah Indonesia. Permintaan jasa penyembelihan meningkat tajam karena banyak masjid, panitia kurban, dan masyarakat membutuhkan tenaga berpengalaman untuk menangani hewan dalam jumlah besar. Selain keterampilan teknis, jagal juga dituntut menjaga kebersihan dan ketepatan proses pemotongan agar distribusi daging berjalan aman dan higienis. Pemerintah daerah serta dinas peternakan biasanya turut melakukan pengawasan kesehatan hewan dan pelaksanaan penyembelihan di lapangan. Tradisi kurban pun tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga melibatkan aspek sosial, kesehatan, dan profesionalitas kerja.
Pengalaman 47 tahun yang dimiliki Iyung menunjukkan bahwa profesi jagal membutuhkan dedikasi dan keterampilan yang terus diasah dari waktu ke waktu. Banyak masyarakat mungkin hanya melihat proses akhir penyembelihan tanpa memahami pengalaman panjang dan persiapan yang dilakukan para jagal senior di lapangan. Kehadiran sosok seperti Iyung juga menjadi bagian dari tradisi Iduladha yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia. Dengan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki, proses kurban diharapkan dapat berjalan lebih aman, tertib, dan sesuai syariat. Momentum Iduladha pun kembali memperlihatkan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam pelaksanaan ibadah kurban di masyarakat.




